Bermain Dengan IP & Mengenal Ftp


IMP – Nenek moyang IP

Protocol IP dikembangkan sejak tahun 1969 dengan nenek moyang IMP (Interface Message Processor) yang terdokumentasi dengan nama RFC 1. IMP berkapasitas 5 bit address (artinya cuma punya 32 kemungkinan host address).

IPV0 IPV1 IPV2 IPV3 – Experimental
Sebelum bisa digunakan secara praktis, protokol ini kemudian mengalami beberapa pengembangan, dan setiap pengembangan diberi versi yang berbeda2. IP versi 0 sampai 3 merupakan versi pengembangan antara tahun 1977-1979.

IPV4 – Internet Protocol
IPv4 sebenarnya merupakan versi pertama yang akhirnya dipakai, dan distandarisasikan dengan RFC 791 pada tahun 1981. IPv4 adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. IP versi ini memiliki keterbatasan

yakni hanya mampu mengalamati sebanyak 4 miliar host komputer di seluruh dunia. Contoh alamat IPv4 adalah 192.168.0.3.

Pada IPv4 ada 3 jenis Kelas, tergantung dari besarnya bagian host, yaitu kelas A (bagian host sepanjang 24 bit , IP address dapat diberikan pada 16,7 juta host) , kelas B (bagian host sepanjang 16 bit = 65534 host) dan kelas C (bagian host sepanjang 8 bit = 254 host ). Administrator jaringan mengajukan permohonan jenis kelas berdasarkan skala jaringan yang dikelolanya. Konsep kelas ini memiliki keuntungan yaitu : pengelolaan rute informasi tidak memerlukan seluruh 32 bit tersebut, melainkan cukup hanya bagian jaringannya saja, sehingga besar informasi rute yang disimpan di router, menjadi kecil. Setelah address jaringan diperoleh, maka organisasi tersebut dapat secara bebas memberikan address bagian host pada masing-masing hostnya.

Pemberian alamat dalam internet mengikuti format IP address (RFC 1166). Alamat ini dinyatakan dengan 32 bit (bilangan 1 dan 0) yang dibagi atas 4 kelompok (setiap kelompok terdiri dari 8 bit atau oktet) dan tiap kelompok dipisahkan oleh sebuah tanda titik. Untuk memudahkan pembacaan, penulisan alamat dilakukan dengan angka desimal, misalnya 100.3.1.100 yang jika dinyatakan dalam binary menjadi 01100100.00000011.00000001.01100100. Dari 32 bit ini berarti banyaknya jumlah maksimum alamat yang dapat dituliskan adalah 2 pangkat 32, atau 4.294.967.296 alamat. Format alamat ini terdiri dari 2 bagian, netid dan hostid. Netid sendiri menyatakan alamat jaringan sedangkan hostid menyatakan alamat lokal (host/router). Dari 32 bit ini, tidak boleh semuanya angka 0 atau 1 (0.0.0.0 digunakan untuk jaringan yang tidak dikenal dan 255.255.255.255 digunakan untuk broadcast). Dalam penerapannya, alamat internet ini diklasifikasikan ke dalam kelas (A-E)..

IPV5 – Internet Stream Protocol (ST)
Protokol ini bukanlah versi kelanjutan dari IPv4 melainkan dibuat sebagai pelengkap IP untuk membawa traffic percakapan suara dan konferensi dengan garansi delay dan bandwidth. Protokol ini didefinisikan pada dokumen IEN 119 dalam status eksperimental. Kemudian dilanjutkan menjadi ST2 dalam RFC 1819, tetapi tetap dalam status eksperimental.

IPV6 – IPng “IP Next Generation”

Protocol ini merupakan generasi penerus IPv4, disebut juga sebagai IPng (= IP Next Generation), dan hasil kombinasi sana-sini dari banyak proposal penerus IPV4. IPv6 merupakan metode pengalamatan IP yang perlahan-lahan mulai menggantikan IPv4. IPv6 digunakan sebagai pengalamatan karena keterbatasan jumlah IP yang dimiliki oleh IPv4, mengingat semakin bertambahnya perangkat berbasis IP saat ini. IPv6 atau Internet Protocol version 6 adalah protokol Internet terbaru yang merupakan pengembangan lebih lanjut dari protokol yang dipakai saat ini, IPv4 (Internet Protocol version 4).

Pengalamatan IPv6 menggunakan 128-bit alamat yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan pengalamatan 32-bit milik IPv4. Dengan kapasitas alamat IP yang sangat besar pada IPv6, setiap perangkat yang dapat terhubung ke Internet (komputer desktop, laptop, personal digital assistant, atau telepon seluler GPRS/3G) bisa memiliki alamat IP yang tetap. Sehingga, cepat atau lambat setiap perangkat elektronik yang ada dapat terhubung dengan Internet melalui alamat IP yang unik.

Versi IP yang lain

Selain IPv6 ada beberapa lagi usulan pengganti IPv4 yang muncul setelah IPng, tetapi tidak ada satupun yang kemudian diterima sebagai standard.

Perbedaan antara IPV4 dengan IPV6

  • Address Space : IPv6 memiliki kapasitas 128 bit, dibandingkan dengan IPv4 yang cuma 32 bit – membuat kapasitas IPv6 jauh lebih besar (2^96 kali lipat dibandingkan dengan IPv4). Saat ini cukup banyak juga orang2 yang mengatakan bahwa perbedaan kapasitas ini terlalu besar, dan berlebih2an. Namun dengan adanya address space yang luar biasa besar itu, maka akan terbuka banyak sekali kemungkinan di masa depan mengenai aplikasi2 yang bisa dienable (misalnya setiap penduduk dan semua miliknya bisa diberi ip address utk identifikasi dll.)
  • Scope : IPv6 memiliki scope (jangkauan) IP address yang terdefinisi dengan baik, spt node-local, link-local, site-local, organization-local, global-scope. Scope ini mirip dengan pemakaian private atau global ip address pada IPv4, tetapi jauh lebih fleksibel
  • Multicast : Kemampuan pengontrolan multicast IPv6 jauh enak (kalau krupuk namanya crispy🙂 dibanding dengan IPv4 dengan adanya scope multicast (di IPv4 tidak ada kemampuan pengontrolan seperti ini)
  • Anycast : Ini kemampuan baru IPv6 untuk identifikasi beberapa host dengan sebuah IP address saja. Host yang paling dekat nanti yang akan respon (kalau solusi di IPv4 menggunakan IP address yang sama, routing protocol yang akan menentukan mana yang paling dekat)
  • Penyederhanaan format header : header IPv6 lebih simple dibanding dengan IPv4, ada beberapa field yang dihapuskan, sehingga dengan kemampuan yang sangat luar biasa besar, header IPv6 hanya 2x lebih besar daripada IPv4
  • Header Options yang fleksibel : field option di IPv6 fleksibel panjangnya, jadi lebih gampang untuk support aplikasi baru di masa depan (yg kita belum tahu sekarang ini)
  • Kemampuan QoS lebih baik : IPv6 bisa memberi label pada paket2 tertentu supaya mendapat perlakukan khusus (misalnya utk real time traffic)
  • Otentikasi dan Privasi : IPv6 memiliki kemampuan builtin untuk otentikasi & privasi. Kalau di IPv4 kita musti tambahkan tunnel IPsec (atau mekanisme tambahan lain) untuk hal ini
  • Fungsi lain2 yang baru di IPv6 : real-time flows, provider selection, host mobility, end-to- end security, auto-configuration, and auto-reconfiguration. Solusi2 ini kalau di IPv4 memerlukan banyak cara yang tambal sulam.

2.    Cara konfigurasi IP address di windows

Untuk menkonfigurasi IP address di windows, pertama kita harus membuka control panel terlebih dahulu kemudian klik properties pada network connections. Hasilnya dapat dilihat pada tampilan berikut di bawah ini :

Setelah itu, pilih Internet Protocol (TCVP/IP) lalu klik properties. Tampilannya dapat dilihat di bawah ini :

Kemudian pilih Use the following IP address lalu masukkan IP address, subnet mask dan Default gateway. Lalu klik ok. Tampilannya seperti berikut :

IPV4 dibagi menjadi 5 class :

– class A : 0.0.0.0 s/d 127.255.255.255 (net 0.0.0.0 dan 127.0.0.0 pengecualian)

– class B : 128.0.0.0 s/d 191.255.255.255

– class C : 192. 0.0.0 s/d 223.255.255.255

– class D : 224.0.0.0 s/d 239.255.255.255

– class E : 240.0.0.0 s/d 254.255.255.255

Untuk subnet mask dibagi menjadi 4 class :

– class  A : 255.0.0.0

– class B : 255.255.0.0

– class C : 255.255.255.0

– class D : 255.255.255.255

Setelah itu, kita bisa melakukan testing dengan instruksi Ipconfig. Perintah Ipconfig dapat dibuka di command prompt. Tampilannya dapat dilihat di bawah ini :

Selanjutnya kita dapat melakukan ping, yaitu untuk mengecek apakah jaringan sudah bisa berfungsi dan terhubung dengan baik. Tampilannya dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Mengenal Sedikit Tentang FTP

Kependekan dari File Transfer Protocol, FTP pertama kali diusulkan pada 1971 untuk dan dikembangkan untuk implementasi pada host-host di MIT dan kemudian didefinisikan oleh RFC 959 diterbitkan pada tahun 1985. FTP adalah cara standar untuk mengirim dan menerima file antara dua komputer. Sebuah contoh yang baik tentang bagaimana FTP digunakan saat ini adalah dengan pengembang web, yang akan terhubung ke server web mereka menggunakan FTP dan mengirim versi terbaru dari halaman web mereka ke server.

Meskipun banyak FTP server membutuhkan banyak login FTP server juga memungkinkan ftp login anonim, yang hanya memerlukan username, seringkali e-mail dan password. Hal ini juga penting untuk menyadari bahwa FTP tidak aman. Ketika username dan password dikirim ke server mereka berdua dikirim sebagai plaintext dan dapat disadap dan dibaca. Jika server Anda mendukung itu kami sarankan menggunakan SFTP atau FTP dengan enkripsi TLS bukan sekadar FTP untuk membantu menjaga informasi Anda pribadi.

Contoh aplikasi FTP server :

– Proftpd

– Vsftpd

– Wuftpd

– IIS (didalamnya terdapat FTP Server)

Perintah FTP

Perintah-perintah FTP yang dikirimkan terdiri atas string teks sederhana. Sebagai contoh, untuk mendapatkan kembali file, client mengirimkan “RETR filename” di koneksi kendali ke FTP server. Untuk mentransfer file, client mengirimkan “STOR filename”. FTP server mengetahui setiap perintah pada setiap balasan FTP, dimana terdiri atas tiga digit. Digit pertama menandai adanya tanggapan yang baik, tidak baik, atau yang tidak sempurna. Jika satu kesalahan terjadi, maka digit kedua digunakan untuk mendeteksi kesalahan yang terjadi. Dengan cara yang sama, digit ketiga digunakan untuk lebih menspesifikasikan kesalahan yang terjadi. Digit pertama merupakan digit yang paling utama, dan kemungkinan nilai yang muncul adalah sebagai berikut :

* 1yz Positive Preliminary reply. Permintaan diketahui, namun balasan lain dari client tetap diharapkan
* 2yz Positive Completion reply. Permintaan sukses dilakukan, sehingga client dapat mengirim permintaan lain
* 3yz Positive Intermediate reply. Perintah telah diterima, namun masih membutuhkan informasi yang lain. Client diharuskan untuk mengirimkan balasan perintah lainnya
* 4yz Transient Negative reply. Perintah gagal, namun masih ada kesempatan untuk mencobanya lagi
* 5yz Permanent Negative Completion reply. Perintah gagal, namun tidak harus diulangi lagi

Contoh perintah FTP :

* Untuk mengubah direktori yang dikirimkan oleh client :

CWD namadirektori

Server akan merespon dengan :

CDW command successful

Sebagai balasan, dimulai dengan a ’2’, dimana urutan perintah diselesaikan.

* Bila ingin merubah salah satu direktori dan itu tidak ada, maka perintahnya :

CWD namadirektoriyanghilang

Server akan merespon dengan :

namadirektoriyanghilang : The system cannot find the file spesified

Balasannya ialah a ‘5’, berarti gagal dan tetap gagal jika diulangi (kecuali direktori hilang diciptakan di server).

* Sesi Perintah (Session Commands)

Untuk memulai sesi perintah FTP, maka perintah dari USER yang dikirimkan ke server adalah :

USER chafid

Server akan memberikan balasan :

Password required for javaftp

Client harus memberikan balasan dengan mengisi password :

PASS 123456

Server akan memberikan balasan :

User chafid logged in

Setelah login user dapat menggunakan perintah yang berhubungan dengan direktori dan file. Untuk mengakhiri, client mengirimkan perintah sebagai berikut :

QUIT

Server akan memberikan balasan

Semoga Membantu ya Kawan😆

About FajarRizkiansyah

Tuhan Pasti Tau apa yang kita lakukan untuk kebeneran pasti ada jalan yang terbaik .......
Gallery | This entry was posted in bacaaan and tagged . Bookmark the permalink.

2 Responses to Bermain Dengan IP & Mengenal Ftp

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s