Pembangun Web


Internet
Internet adalah sistem jaringan dari ribuan bahkan jutaan komputer yang
ada di dunia ini. Jaringan dibentuk dengan saluran telepon, saluran kawat, maupun
saluran radio.
Ada banyak layanan di Internet, namun yang paling menarik adalah situs
web yang dicirikan dengan kata www, singkatan dari World Wide Web. Pada situs
web terdapat informasi dengan media yang bermacam-macam, mulai teks, gambar,
suara, animasi bahkan video.

Hyperlink
Pada waktu mengakses sebuah situs, halaman pertama yang muncul disebut
Home Page. Dari halaman pertama ini selanjutnya dapat membuka halaman lain,
caranya dengan mengklik tombol, teks, atau gambar. Kemampuan berpindah
halaman dengan mudah ini didukung oleh sarana yang disebut Hyperlink.
Jika pointer mouse berada tepat di atas sebuah objek yang memiliki
hyperlink, maka bentuk pointer akan berubah menjadi gambar tangan.

Universal Resource Locators (URL)
Melalui World Wide Web seorang pengguna Internet bukan hanya bisa
mengakses Web Page yang berupa dokumen HTML saja, tetapi juga dapat
mengakses dokumen-dokumen yang disediakan melalui FTP, Gopher, Usenet
News dan sebagainya. Karena jenis dokumen yang bisa diakses bermacam-macam,
maka dibutuhkan suatu cara untuk menunjuk dengan tepat dan cepat ke dokumen
yang diinginkan. URL adalah jawaban masalah tersebut.

URL merupakan suatu “pathname” untuk mengidentifikasi sebuah
dokumen di Web. Di dalam URL dimuat lokasi atau nama mesin(komputer) yang

menyimpan dokumen yang diminta, nama file dari dokumen itu, serta protokol
untuk mengaksesnya.
Bagian pertama dari URL adalah http:. HTTP: ini mengidentifikasi protokol
yang digunakan untuk mengakses dokumen yang bersangkutan. Protokol ini
penting dalam menangani komunikasi antar client dan server agar bahasa yang
digunakan sama.

Pengenalan PHP
Hypertext Preprocessor (PHP) merupakan bahasa script server side dapat
disisipkan pada HTML ataupun berdiri sendiri. Software ini disebarkan dan
dilisensikan sebagai perangkat lunak Open Source.
Versi pertama PHP dibuat oleh Rasmus Lerdorff pada tahun 1995. Versi
pertama ini berupa sekumpulan script PERL yang digunakan Rasmus Lerdorff
untuk membuat halaman web yang dinamis pada home page pribadinya. Rasmus
menulis ulang script-script PERL tersebut menggunakan bahasa C, kemudian
menambahkan fasilitas untuk form HTML, koneksi MySQL dan munculah PHP
versi kedua dengan nama PHP/FI (PHP – Personal Home Page, dan FI – Form
Interface) pada tahun 1996. Versi terakhir PHP yaitu PHP 4.2.0 dirilis pada 22
April 2002
PHP mempunyai tingkat keamanan yang baik dalam mengamankan script
yang digunakan. Script PHP tersembunyi di server dan hanya dijalankan didalam
server tanpa dikirimkan ke browser web milik user. Yang dikirimkan ke browser
milik user hanyalah tag HTMLnya saja.

Pengenalan Script PHP
Ada dua cara yang dapat digunakan dalam menuliskan script PHP yaitu
embedded script dan non embedded script.
Embedded Script
Cara ini dilakukan dengan meletakkan script PHP diantara tag-tag HTML.
Contohnya :

<html>
<body>
<?php
echo “Ini adalah contoh Embedded Script”;
?>
</body>
</html>
Non Embedded Script
Cara non embedded script merupakan pembuatan program murni PHP,
dimana tag-tag HTML yang diletakkan didalamnya. Contohnya :
<?php
echo “<html>”;
echo “<body>”;
echo “Ini adalah contoh Non Embedded Script”;
echo “</body>”;
echo “</html>”;
?>

Tag PHP
Penulisan program PHP dapat anda lakukan dengan menggunakan berbagai
tag. Semua itu tidak mempengaruhi hasil program yang akan dibuat. Jenis tag style
yang dapat digunakan :
Style Standar
Style standar ini diawali dengan <?php dan diakhiri dengan ?>.
Short Style
Sebelum menggunakannya kita harus memastikan bahwa tag ini telah
diaktifkan pada file php.ini pada baris :

short_open_tag = on ;allow the <? tag. ; otherwise, only <?php and <script> tags
are recognized.
Penggunaan style ini diawali dengan <? Dan diakhiri dengan ?>.
Style JavaScript
Jika terbiasa menggunakan pemrograman JavaScript, maka dapat kita
gunakan juga untuk menuliskan script PHP. Contoh penulisannya :
<html>
<body>
<script language=’PHP’>
echo “Ini adalah style JavaScript”
</script>
</body>
</html>
Style ASP
Sebelum mengunakan style Asp terlebih dahulu harus diaktifkan asp_tags
pada file php.ini, dengan cara memberikan nilai On pada baris :
asp_tags = On ; allow asp style <% %> tags
Penulisannya diawali dengan <% dan diakhiri dengan %>.

Tipe dan Konversi Data
Tipe Data Integer
Tipe data integer meliputi semua bilangan bulat. Besarnya range data
integer yaitu antara –2,147,438,648 sampai +2,147,483,647. PHP akan secara
otomatis mengkonversi data integer menjadi floating point jika berada di luar range
tersebut.
Tipe Data Floating Point
Floating point merepresentasikan bilangan pecahan atau bilangan desimal.
Range tipe data ini antara 1.7E-308 sampai 1.7E+308.

Tipe Data String
Tipe data string dinyatakan dengan menggunakan tanda petik tunggal (‘ ‘)
maupun ganda (“ “). Perbedaannya adalah, jika kita menggunakan tipe data tunggal
maka string itu tidak dapat kita masukkan variabel dan escape sequence handling.

Hypertext Markup Language ( HTML )
HTML merupakan bahasa pemrograman tingkat tinggi yang digunakan
untuk membuat halaman web(web page). HTML sendiri adalah suatu dokumen
teks biasa yang mudah dimengerti dibandingkan bahasa pemrograman lainnya.
Meskipun dokumen teks biasa ada perbedaan dengan dokumen pengolah kata, pada
HTML dapat memuat instruksi ditandai dengan kode atau lebih dikenal dengan tag.
Sedangkan pada dokumen biasa tidak terdapat tag yang dapat memuat instruksi.
HTML merupakan bahasa pemrograman yang fleksibel karena di dalamnya
dapat disisipkan bahasa pemrograman lain seperti JAVA, ASP, PHP dan lainnyaKalau ia tidak mendukung suatu bahasa pemrograman maka akan muncul pesan
error.

Membuat Dokumen HTML
Untuk membuat dokumen HTML diperlukan editor, misalkan
menggunakan editor yang disediakan Windows yaitu Notepad. Untuk membuat file
HTML, harus menggunakan formatting tag pada HTML. Formatting tag pada
HTML mengandung dua tag, yaitu tag pembuka dan tag penutup. Format untuk tag
pembuka adalah <nama_tag> sedangkan untuk tag penutup adalah seperti
</nama_tag>.
Dokumen HTML harus menggunakan tag <HTML> pada awal penulisan
dan ditutup dengan </HTML>. Contoh pembuatannya adalah sebagai berikut :

Kemudian setelah menuliskan tag-tag seperti contoh diatas, dokumen disimpan
dengan menggunakan ekstensi .htm atau .html. Kemudian dijalankan pada internet
browser. Contoh browser yang dapat digunakan misalnya Internet Explorer,
Netscape dan lain-lain. Tampilan dokumen tadi pada Internet Explorer seperti
gambar di bawah ini

2    Extensible Markup Language ( XML ).

XML dikembangkan oleh Kelompok Kerja XML ( sebelumnya dikenal dengan nama SGML Editorial Review Board ) yang dibentk di bawah dukungan Wold Wide Web Consortium (W3C) pada tahun1996. kelompok ini dipimpin oleh Jon Bosak dari Sun Microsystems dengan peran serta aktifdari XML Special Interest Group ( sebelumnya dikenal dengan nama Kelompok Kerja SGML )yang juga dilelola oleh W3C.

XML ( Extensible Markup Language ) menurut Kelompok Kerja XML adalah sebuah subset dari SGML… sasarannya adalah memungkinkan SGML generic dapat dilayani, diterima, dan diproses pada Web dengan cara yang sekarang dipakai untuk HTML. XML dirancang untuk kemudahan implementasi dan untuk interoperabilitas dengan SGML dan HTML.

XML merupakan bahasa pengembangan yang dirancang khusus untuk penyampaian informasi melalui World Wide Web, persis seperti halnya dengan HTML. Tapi dalam pengaplikasiannya, XML didesain untuk mendeskripsikan data sedangkan HTML difokuskan untuk menampilkan data atau bagaimana data harus ditampilkan. Dengan demikian dapat diketahui bahwa antara XML dan HTML saling  melengkapi satu sama lain.

XML tidak didesain sebagai perangkat unutk solusi berbagai masalah. XML dibuat dengan cara untuk membuat data lebih terstruktur, menyimpan dan mengirim informasi.

2.2.1 Tujuan

Dalam pengembangan XML terdapat 10 sasaran yang oleh Kelompok Kerja XML menjadi tujuan dari pengembangan bahasa pemrograman ini. Kesepuluh sasaran tersebut adalah sebagai berikut :

1.      XML harus dapat digunakan secara langsung di internet.

2.      XML harus mendukung secara luas berbagai aplikasi.

3.      XML harus kompatibel dengan SGML.

4.      Program yang memproses dokumen XML harus mudah dibuat.

5.      Jumlah fitur optional pada XML harus dibuat seminim mungkin dan idealnya 0.

6.      Dokumen XML harus jelas dan mudah dipahami manusia.

7.      Desain XML harus disiapkan secepatnya.

8.      Desain XML harus foemal dan singkat.

9.      Dokumen XML harus mudah dibuat.

Keringkasan suatu markup XML tidak dipentingkan

Extensible Markup Language ( XML ).

XML dikembangkan oleh Kelompok Kerja XML ( sebelumnya dikenal dengan nama SGML Editorial Review Board ) yang dibentk di bawah dukungan Wold Wide Web Consortium (W3C) pada tahun1996. kelompok ini dipimpin oleh Jon Bosak dari Sun Microsystems dengan peran serta aktifdari XML Special Interest Group ( sebelumnya dikenal dengan nama Kelompok Kerja SGML )yang juga dilelola oleh W3C.

XML ( Extensible Markup Language ) menurut Kelompok Kerja XML adalah sebuah subset dari SGML… sasarannya adalah memungkinkan SGML generic dapat dilayani, diterima, dan diproses pada Web dengan cara yang sekarang dipakai untuk HTML. XML dirancang untuk kemudahan implementasi dan untuk interoperabilitas dengan SGML dan HTML.

XML merupakan bahasa pengembangan yang dirancang khusus untuk penyampaian informasi melalui World Wide Web, persis seperti halnya dengan HTML. Tapi dalam pengaplikasiannya, XML didesain untuk mendeskripsikan data sedangkan HTML difokuskan untuk menampilkan data atau bagaimana data harus ditampilkan. Dengan demikian dapat diketahui bahwa antara XML dan HTML saling  melengkapi satu sama lain.

XML tidak didesain sebagai perangkat unutk solusi berbagai masalah. XML dibuat dengan cara untuk membuat data lebih terstruktur, menyimpan dan mengirim informasi.

Tujuan

Dalam pengembangan XML terdapat 10 sasaran yang oleh Kelompok Kerja XML menjadi tujuan dari pengembangan bahasa pemrograman ini. Kesepuluh sasaran tersebut adalah sebagai berikut :

1.      XML harus dapat digunakan secara langsung di internet.

2.      XML harus mendukung secara luas berbagai aplikasi.

3.      XML harus kompatibel dengan SGML.

4.      Program yang memproses dokumen XML harus mudah dibuat.

5.      Jumlah fitur optional pada XML harus dibuat seminim mungkin dan idealnya 0.

6.      Dokumen XML harus jelas dan mudah dipahami manusia.

7.      Desain XML harus disiapkan secepatnya.

8.      Desain XML harus foemal dan singkat.

9.      Dokumen XML harus mudah dibuat.

10.Keringkasan suatu markup XML tidak dipentingkan

ATURAN PENULISAN

Dalam penulisan dokumen XML terdapat beberapa aturan-aturan mendasar yang harus dipatuhi agar dokumen XML tersebut rapi atau well-formed. Aturan-aturan tersebut antara lain:

1.      Tag penutup.

Dalam dokumen XML semua elemen harus memiliki tag penutup, berbeda dengan HTML yang untuk beberapa kasus tidak membutuhkan tag penutup.

Contoh:

Dalam dokumen HTML:        <p>ini paragraph awal

<p>ini paragraph baru lagi

maka dalam dokumen XML contoh di atas harus dituliskan:

<p> ini paragraph awal</p>

<p> ini paragraph baru lagi</P>

2.      Case Sensitive

Tag XML merupakan case sensitive. Oleh sebab itu harus diperhatikan dengan teliti penggunaan huruf. Dalam dokumen XML, tag <Besar> berbeda dengan tag <besar>. Sehingga dalam penulisan dokumen XML tidak boleh menggunakan tag <Besar> sebagai pembuka dengan tag <besar> sebagai tag penutupnya. Seperti ditunjukkan dalam contoh berikut:

<Besar>ini contoh penulisan yang salah</besar>

<Besar>ini contoh penulisan yang benar</Besar>

3.      Harus mempunyai Root Tag.

Yang dimaksud dengan Root tag adalah tag induk yang menjadi tag pembuka untuk setiap dokumen XML. Sebagai contoh, yang menjadi Root Tag pada dokumen HTML adalah <HTML></HTML>.

Contoh:           <Root>

<anak>

<cucu>………</cucu>

</anak>

</Root>

4.      Nilai atribut berada diantara tanda petik.

Dalam dokumen XML setiap nilai atribut yang dideklarasikan harus berada dalam tanda petik.

Contoh:           1.         <Root>

<anak>

<cucu1>ini contoh yang salah</cucu1>

<cucu2>nama saya: iwai</cucu2>

</anak>

</Root>

2.         <Root>

<anak>

<cucu1>ini contoh yang benar</cucu1>

<cucu2>nama saya: “iwai”</cucu2>

</anak>

</Root>

5.      Spasi kosong digunakan.

Dalam dokumen XML jika kita sengaja memberi banyak spasi diantara dua kata maka browser akan menampilkan semua spasi yang digunakan. Berbeda dengan dokumen HTML yang mengabaikan spasi.

Contoh:           <tag>’hai nama saya              diaz’</tag>

  • Pada HTML akan ditampilkan : ‘hai nama saya diaz’
  • Pada XML akan ditampilkan : ‘hai nama saya diaz’

6.      Konversi Carriege Return/Line Feed.

Pada dokumen XML baris baru selalu disimpan dalam Line Feed ( LF ).

7.      Urutan penulisan tag dalam bentuk Nested.

Penulisan tag dalam dokumen XML harus berurutan. Bentuk ini berlaku apabila terdapat tag lain dalam suatu tag.

Contoh:

  • pada HTML    : <luar><dalam>ini aturan HTML</luar></dalam>
  • pada XML      : <luar><dalam>ini aturan XML</dalam></luar>

About FajarRizkiansyah

Tuhan Pasti Tau apa yang kita lakukan untuk kebeneran pasti ada jalan yang terbaik .......
This entry was posted in bacaaan and tagged . Bookmark the permalink.

2 Responses to Pembangun Web

  1. Jubaida says:

    ajarin aku donk….

    he.he..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s